Hukum AgrariaHukum Pendaftaran Tanah

Asas dan Tujuan Pendaftaran Tanah di Indonesia

Asas dan Tujuan Pendaftaran Tanah di Indonesia

Asas dan Tujuan Pendaftaran Tanah di Indonesia – Sebelum membaca asas dan tujuan pendaftaran tanah di Indonesia, ada baiknya jika anda memahami pengertian pendaftaran tanah terlebih dahulu.

1. Asas – Asas

Asas dari Pendaftaran Tanah Pendaftaran tanah dilaksanakan berdasarkan:

  1. Asas sederhana.
  2. Asas aman.
  3. Asas terjangkau.
  4. Asas mutakhir dan terbuka (Periksa pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997).

Asas Sederhana

Untuk diketahui bahwa maksud asas sederhana dalam pendaftaran tanah adalah agar ketentuan-ketentuan pokoknya maupun prosedurnya dengan mudah dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan, terutama pada pemegang hak atas tanah.

Asas Aman

Sedang asas aman adalah untuk menunjukkan bahwa Pendaftaran Tanah perlu diselenggarakan secara teliti dan cermat, sehingga hasilnya dapat memberi jaminan kepastian hukurn, sesuai dengan tujuan pendaftaran tanah itu sendiri.

Asas Terjangkau

Asas terjangkau adalah keterjangkauan bagi pihak-pihak yang memerlukan, khususya dengan memperhatikan kebutuhan dan kemampuan golongan ekonorni lemah.

Jadi pelayanan yang diberikan dalam rangka penyelengaarn tanah harus bisa terjangkau oleh para pihak yang memerlukan.

Baca juga: Penjelasan Pasal 19 UUPA, Undang – Undang Pokok Agraria

Asas Mutakhir

Asas mutakhir adalah menentukan data pendaftaran tanah secara terus-menerus dan berkesinambungan sehingga data yang tersimpan di Kantor Pertanahan selalu sesuai dengan keadaan nyata di lapangan dan masyarakat dapat memperoleh keterangan mengenai data yang benar setiap saat. Untuk itulah diberlakukan pula asas terbuka.

2. Tujuan Pendaftaran Tanah

Sesuai dengan pasal 3, maka Pendaftaran Tanah bertujuan :

  1. Untuk memberikan kepastian hukum dan hukum kepada pemegang hak atas sesuatu bidang tanah satuan rumah susun. Hak-hak lain yang terdaftar, agar dengan mudah dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan.
  2. Untuk menyediakan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan termasuk Pemerintah, agar dengan mudah dapat memperoleh data yang diperlukan dalam mengadakan perbuatan hukum bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun yang terdaftar.
  3. Untuk terselenggaranya tertib administrasi pertanahan.

Untuk diketahui bahwa Pendaftaran tanah itu bertujuan untuk menjamin kepastian hukum dan kepastian hak-hak atas tanah. Dengan adanya Pendaftaran Tanah tersebut, terdapatlah jaminan Tertib Hukum dan kepastian hak dari Tanah. Inilah yang disebut Rechts kadaster.

Sesuai dengan Tujuan Pendaftaran Tanah, maka Undang-undang Pokok Agraria, menghendaki agar untuk Pendaftaran itu, diwaiibkan kepada Para Pemegang Hak. Apabila hal itu tidak diwajibkan, maka banyak tenaga, alat dan biaya pada Kantor Pertanahan akan tidak ada artinya sama sekali.

Di dalam Memori Penjelasan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 24 tahun 1997, tentang Pendaftaran Tanah, khususnya dalam pasal 3-nya maka tujuan Pendaftaran Tanah sebagai tercantum dalam pasal 3-nya, merupakan tujuan utama Pendaftaran Tanah sebagai diperintah Pasal 19 UUPA.

Baca juga: Pengertian Pendaftaran Tanah Menurut Ahli

Di samping itu juga dengan terselenggaranya pendaftaran tanah juga dimaksud terciptanya suatu Pusat Reformasi mengenai bidang-bidang tanah, sehingga pihak yang berkepentingan, termasuk pemerintah dengan mudah dapat memperoleh data yang diperlukan dalam mengadakan perbuatan hukum mengenai tanah dan rumah susun yang sudah didaftarkan dan perwujudan Tertib Administrasi di bidarig pertanahan.

Kemudian dengan pasal 4, Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997, dijelaskan di dalam Ayat 1 : “Untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum, sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 (1), kepada si Pemegang Hak atas tanah yang bersangkutan, diberikan Sertifikat Hak atas tanah.”

Ayat 2 “Untuk melaksanakan Fungsi informasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf (2), Data Fisik dan Yuridis dari bidang tanah dan Satuan Rumah Susun yang sudah terdaftar terbuka untuk umum.”

Ayat 3 : “Untuk mencapai Tertib Administrasi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 angka (3), setiap bidang tanah dan satuan rumah susun, termasuk peralihan, pembebanan dan hapusnya hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun wajib didaftar.”

Baca juga: Perikatan Manasuka dan Contohnya

Untuk diketahui bahwa sesuai dengan pasal 4 ayat 1, maka kepada si Pemegang Hak atas tanah diberikannya sertifikat hak atas tanah. Masalahnya : Apakah yang dimaksud dengan Sertifikat Hak atas tanah?

Sesuai dengan pasal 1 ayat 20 ditegaskan bahwa :”Settifikat, adalah Surat Tanda Bukti Hak sebagaimana dalam pasal 19 ayat huruf c UUPA, untuk Hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun, dan hak tanggungan yang rnasing-masing sudah dibukukan dalarn Bukti Tanah yang bersangkutan.”

Demikianlah Asas dan Tujuan Pendaftaran Tanah di Indonesia, semoga tulisan berjudul Asas dan Tujuan Pendaftaran Tanah di Indonesia ini bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close