Hukum Hak Cipta

Jenis-Jenis Pelanggaran Hak Cipta

Jenis-Jenis Pelanggaran Hak Cipta

1. Pelanggaran Langsung (Direct Infiringement)

Jenis-Jenis Pelanggaran Hak Cipta – Perbuatan yang melanggar hak cipta secara langsung atau direct infiringment adalah perbuatan yang melanggar hak ekslusif pencipta atas ciptaannya untuk memperbanyak atau mereproduksi, mengumumkan, dan menyewakan suatu ciptaan tanpa izin pemegang hak cipta atau hak terkait.

Istilah pelanggaran langsung (direct infiringement) memang tidak dipergunakan dalam redaksional Undang-Undang Hak Cipta, tetapi secara implisit terkandung dalam redaksional pasal 2, 20 dan 49 Undnag-Undang Hak Cipta.

Dalam praktiknya, bentuk pelanggaran memperbanyak atau mengumumkan dan memperbanyak suatu ciptaan yang dilarang dalam undang-undang hak cipta dapat dibagi menjadi tiga jenis perbuatan sebagai berikut:

  • Memperbanyak dengan cara reproduksi
  • Memperbanyak suatu ciptaan secara materiil
  • Memperbanyak dengan mengubah bentuk dimensi ciptaan

2. Pelanggaran Tidak Langsung (Indirect Infiringement)

Pelanggaran tidak langsung atau Indirect Infiringement di bidang hak cipta pada umumnya berkaitan dengan ciptaan yang merupakan hasil dari pelanggaran hak cipta atas ciptaan lain.

Baca juga: Perjanjian Pemborongan Pekerjaan

Baca juga: Definisi Hak Kekayaan Intelektual

Secara konensional, pelanggaran secara tidak langsung terhadap hak cipta dilakukan dengan cara memperdagangkan atau mengimpor barang hasil pelanggaran hak cipta, seperti CD-DVD lagu-lagu bajakan ataupun karya sinematografi bajakan tanpa izin dari pemilik hak cipta.

Dalam bentuk lain, jenis-jenis pelanggaran hak cipta secara tidak langsung adalah suatu perbuatan yang secara tidak langsung ditujukan terhadap suatu ciptaan, tetapi perbuatan tersebut berakibat pada terjadinya pelanggaran hak cipta. Misalnya, dengan menciptakan suatu alat atau teknologi untuk membuka kode atau sarana teknologi pengaman atas ciptaan.

3. Turut Serta Membantu Melakukan Pelanggaran (Contributory Infiringement)

Dalam praktik penegakan hukum hak cipta, pihak lain yang tidak secara langsung melakukan pelanggaran juga dapat dimintai pertanggungjawaban hukumnya sebagai pelaku, yaitu dalam hal pemberin bantuan atau turut serta melakukan tindak pidana.

Dalam KUH Pidana diatur tentang dua jenis perbuatan yang juga dianggap sebagai pelaku tindak pidana, yaitu penyertaan serta membantu terjadinya atau terwujudnya suatu tindak pidana.

Baik tindak pidana penyertaan maupun perbantuan dalam melakukan suatu pelanggaran hak cipta digolongkan sebagai pelanggaran secara tidak langsung (indirect infiringement) yang tidak mensyaratkan adanya kesengajaan dari pelaku untuk melakukan pelanggaran. Sedangkan jenis pertanggungjawaban pelaku ada dua jenis. Kedua jenis pertanggungjawaban tersebut adalah:

  • Contribution liability
  • Vicarious liability
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close