Hukum Arbitrase

Pengertian Arbitrase Adalah

Pengertian Arbitrase Adalah

Pengertian Arbitrase – Istilah arbitrase berasal dari kata “Arbitrare” (bahasa Latin) yang berarti “kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu perkara menurut kebijaksanaan”. Secara umum arbitrase, mediasi atau cara-cara lain penyelesaian sengketa di luar proses pengadilan diequivalensikan dengan pemeriksaan sengketa oleh orang-orang yang ahli mengenai objek yang disengketakan dengan waktu penyelesaian yang relatif cepat, biaya ringan dan pihak-pihak dapat menyelesaikan sengketa tanpa publikasi yang dapat merugikan reputasi dan lain sebagainya. Arbitrase, mediasi atau cara-cara lain penyelesaian sengketa di luar proses pengadilan mempunyai maksud untuk menyelesaikan sengketa bukan sekedar memutuskan perkara atau perselisihan.

Selanjutnya dalam pengertian arbitrase, definisi secara terminologi dikemukakan berbeda-beda oleh para sarjana saat ini walaupun pada akhirnya mempunyai inti makna yang sama. Subekti menyatakan bahwa arbitrase adalah penyelesaian atau pemutusan sengketa oleh seorang hakim atau para hakim berdasarkan persetujuan bahwa para pihak akan tunduk pada atau menaati keputusan yang diberikan oleh hakim yang mereka pilih (Subekti, 1992: 1).

H. Priyatna Abdurrasyid menyatakan bahwa pengertian arbitrase adalah suatu proses pemeriksaan suatu sengketa yang dilakukan secara yudisial seperti oleh para pihak yang bersengketa, dan pemecahannya akan didasarkan kepada bukti-bukti yang diajukan oleh para pihak (H. Priyatna Abdurrasyid, 1996: 1).

Baca juga: Perjanjian untuk Melakukan Pekerjaan

H.M.N. Purwosutjipto menggunakan istilah perwasitan untuk arbitrase yang diartikan sebagai suatu peradilan perdamaian, di mana para pihak bersepakat agar perselisihan mereka tentang hak pribadi yang dapat mereka kuasai sepenuhnya diperiksa dan diadili oleh hakim yang tidak memihak yang ditunjuk oleh para pihak sendiri dan putusannya mengikat bagi kedua belah pihak (H.M.N. Poerwosutjipto, 1992: 1).

Pada dasarnya pengertian arbitrase adalah suatu bentuk khusus Pengadilan. Poin penting yang membedakan Pengadilan dan arbitrase adalah bila jalur Pengadilan (judicial settlement) menggunakan satu peradilan permanen atau standing court, sedangkan arbitrase menggunakan forum tribunal yang dibentuk khusus untuk kegiatan tersebut. Dalam arbitrase, arbitrator bertindak sebagai “hakim” dalam mahkamah arbitrase, sebagaimana hakim permanen, walaupun hanya untuk kasus yang sedang ditangani (Brierly J, 1983: 347).

Menurut Frank Elkoury dan Edna Elkoury, pengertian arbitrase adalah suatu proses yang mudah atau simple yang dipilih oleh para pihak secara sukarela yang ingin agar perkaranya diputus oleh juru pisah yang netral sesuai dengan pilihan mereka di mana keputusan berdasarkan dalam perkara tersebut. Para pihak setuju sejak semula untuk menerima putusan tersebut secara final dan mengikat (Frank Elkoury dan Edna Elkoury, dalam M. Husseyn dan A. Supriyani Kardono, 1995: 2).

Menurut Black’s Law Dictionary: “Arbitration is an arrangement for taking an abiding by the judgement of selected persons in some disputed matter, insteatd of carrying it to establish tribunals of justice, and is intended to avoid the formalides, the delay, the expense and vexation of ordinary litigation“.

Baca juga: Pengertian Overmacht dan Contohnya

Menurut Pasal 1 angka 1 Undang Undang Nomor 30 tahun 1999, pengertian arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar pengadilan umum yang didasarkan pada Perjanjian Arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa.

Dari berbagai pengertian arbitrase di atas, maka terdapat beberapa unsur kesamaan, yaitu:

  1. Adanya kesepakatan untuk menyerahkan penyelesaian sengketa-sengketa, baik yang akan terjadi maupun telah terjadi kepada seorang atau beberapa orang pihak ketiga di luar peradilan umum untuk diputuskan;
  2. Penyelesaian sengketa yang bisa diselesaikan adalah sengketa yang menyangkut hak pribadi yang dapat dikuasai sepenuhnya, khususnya di sini dalam bidang perdagangan industri dan keuangan; dan
  3. Putusan tersebut merupakan putusan akhir dan mengikat (final and binding).

Baca juga: Penyelesaian Sengketa Internasional Menurut Piagam PBB

Selanjutnya dalam pengertian arbitrase dijelaskan bahwa penyelesaian melalui arbitrase diselesaikan oleh lembaga arbitrase. Adapun pengertian lembaga arbitrase termuat dalam pasal 1 angka 8 Undang Undang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian sengketa Nomor 30 tahun 1999 yaitu sebagai berikut:

“Lembaga Arbitrase adalah badan yang dipilih oleh para pihak yang bersengketa untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu, lembaga tersebut juga dapat memberikan pendapat yang mengikat mengenai suatu hubungan hukum tertentu dalam hal belurn timbul sengketa.”

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian arbitrase, semoga tulisan berjudul pengertian arbitrase ini bisa bermanfaat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close