Hukum PerdataHukum Perikatan

Pengertian Perjanjian Sewa-Menyewa

Pengertian Perjanjian Sewa-Menyewa

Perjanjian sewa-menyewa adalah suatu perjanjian di mana pihak yang satu menyanggupi akan menyerahkan suatu benda untuk dipakai selama suatu jangka waktu tertentu, sedangkan pihak lainnya menyanggupi akan membayar harga yang telah ditetapkan untuk pemakaian itu pada waktu-waktu yang ditentukan, pengertian waktu-waktu yang ditentukan adalah berdasar pada kesepakatan pihak-pihak.

Kewajiban Pokok Penyewa

Pihak penyewa memikul dua kewajiban pokok, yaitu:

  1. Membayar uang sewa dapa waktunya;
  2. Memelihara barang yang disewa itu sebaik-baiknya, seolah-olah barang milik sendiri.

Perjanjian sewa-menyewa, bertujuan untuk memberikan hak pemakaian saja, bukan hak milik atas suatu benda. Karena itu, pihak yang menyewakan tidak usah seorang pemilik atas benda yang disewakan itu, cukuplah misalnya ia seorang yang mempunyai hak erfpacht, atau vruchtgebruik atas benda tersebut.

Perjanjian sewa-menyewa juga tidak memberikan suatu hak kebendaan, ia hanya memberikan suatu hak perseorangan terhadap orang yang menyewakan barang. Karena hak sewa bukan suatu hak kebendaan, maka jika si penyewa diganggu oleh seorang pihak ketiga dalam melakukan haknya itu, ia tidak dapat secara langsung menuntut orang yang mengganggu itu, tetapi ia harus mengajukan tuntutannya pada orang yang menyewakan.

Baca juga: Pengertian Perikatan Bersyarat (voorwaardelijk)

Jika tidak diperjanjikan, si penyewa tidak boleh menyewakan lagi benda yang disewanya itu. Ini memang sudah semestinya, karena hak si penyewa hanya suatu hak perseorangan saja.

Perjanjian Sewa-Menyewa Rumah

Dalam hal sewa-menyewa rumah, oleh undang-undang ditetapkan bahwa perbaikan-perbaikan kecil harus dibebankan oleh si penyewa, sedangkan perbaikan-perbaikan besar harus dipikul oleh pemilik rumah. Si penyewa diwajibkan mengisi rumah itu dengan perabot rumah sepantasnya.

Jadi, kalau misalnya bosku menyewakan rumah ke si Paijo, kalau ada kerusakan kecil seperti rusaknya keran kamar mandi, atau kunci rumah yang peot, maka yang bertanggung jawab adalah si Paijo tadi. Sementara kalau kerusakannya besar, seperti atapnya roboh, maka bosku yang harus memeperbaikinya.

Si pemilik rumah mempunya hak “Privileg” atas barang-barang perabot rumah itu sebagai tanggungan untuk sewa yang belum dibayar. Ia dapat menyita barang-barang itu dan berhak memintanya kembali jika barang-barang itu dipindahkan ke tempat lain.

Jika Rumah Dijual

Menurut pengertian pasal 1576 B.W jika rumah dijual, maka perjanjian jual beli ini tidak akan mempengaruhi perjanjian sewa-menyewa yang berlaku atas rumah tersebut (koop breektgeen huur). Ini berarti, perjanjian sewa0menyewa harus dioper oleh pemilik baru atas dasar-dasar yanag sama.

Yang dimaksud “jual” di sini ditafsirkan secara luas, termasuk meliputi tukar-menukar,penghibahan dan lain-lain pemindahan hak milik.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close