Hukum Internasional

Permasalahan di ASEAN

Permasalahan di ASEAN

Permasalahan di ASEAN – ASEAN merupakan suatu perhimpunan bangsa-bangsa yang memiliki karakteristik yang spesifik dan memiliki kemajemukan yang sangat varian satu sama lain dari persfektif mana pun.

Apabila berbicara peta kemakmuran dari sepuluh negara ASEAN, dewasa ini sudah pasti Malaysia, Singapura disusul Thailand sebagai negara yang paling mapan perekonnomiannya, sedangkan di sisi lain secara akontrario negara yang tidak termasuk di atas adalah merupakan negara yang perekonomiannya biasa saja bahkan bisa dikatakan kualifikasi “bangkrut” seperti Indonesia yang tergantung pada utang luar negeri,.

Perekonomiannya hanya mengandalkan investor dari negara maju, aparatnya korup, pengusaha hitam istilah Kkwi Kia Gie selalu lari ke Singapura apabila berurusan dengan Kejaksaan Agung.

Jurang kemakmuran yang menganga semakin nyata dan mengerikan ketika ratusan ribu migrant worker dideportasi dari Malaysia karena ketakutan ancaman hukum cambuk. Korban berjatuhan dengan berbagai sebab seperti kelaparan dan penyakit yang diakibatkan pengkonsentrasian manusia tanpa didukung sanitasi serta kebutuhan dasar yang memadai.

Namun apa lacur, para TKI tersebut tetap bermimpi bekerja di negeri jiran apa pun risikonya karena di kampung halaman tidak tersedia pekerjaan, tidak memiliki modal usaha sehingga tidak ada pilihan lain untuk kembali untuk menghidupi keluarga di negeri ringgit yang berpenduduk 22 juta jiwa.

Kecuali masalah tenaga kerja ilegal, pernik-pernik serta percikan yang dapat mengarah pada konflik antar anggota ASEAN, sederet masalah masih menjadi ganjalan untuk terciptanya ASEAN yang solid, sejahtera dan menjadi kekuatan kolektif yang diperhitungkan dalam komunitas internasional

Hubungan Indonesia – Philipina tentang terorisme semakin menajam sebagai dampak kampanye anti terorisme internasional pasca World Trade Centre 11 September 2001, pencurian ikan oleh nelayan Thailand di perairan Indonesia sudah merupakan berita biasa, pencurian pasir laut oleh Singapura, sengketa perbatasan Indonesia – Malaysia “Sipadan dan Ligitan”, kecurigaan Singapura yang berlebihan bahwa Indonesia sebagai sarang teroris, serta klaim atas kepulauan Spartley di mana beberapa negara anggota ASEAN merasa memiliki yurisdiksi atas wilayah tersebut

Apabila melihat deretan masalah di atas, patut dipertanyakan spirit ASEAN, betapa carut marutnya hubungan di antara negara-negara anggota dan tidak adanya suatu sistem yang terkoordinasi, koperatif menuju pada ASEAN yang bersatu. Bukankah dalam tubuh ASEAN terdapat lembaga- lembaga fungsional yang concern untuk menangani berbagai permasalahan seperti Komite Pembangunan Sosial (Committee on Social Development), Pertemuan Pejabat-pejabat Urusan Pegawai Negeri dan Administrasi (ASEAN Conference on Civil Service Matters-ACCSM), Komite Kebudayaan dan Penerangan, Pertemuan Pejabat Tinggi Urusan Lingkungan Hidup, serta Pertemuan Para Pejabat Tinggi Urusan Narkotika. Kecuali itu struktur organisasi ASEAN dilengkapi dengan 11 forum-forum yang menangani bidang-bidang yang spesifik.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close