Hukum AgrariaHukum Pendaftaran Tanah

Tugas dan Fungsi Badan Pendaftaran Tanah

Tugas dan Fungsi Badan Pendaftaran Tanah

Tugas dan Fungsi Badan Pendaftaran Tanah – Sesuai dengan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961, tertanggal 23 Maret 1961, tentang Pendaftaran Tanah, maka Pendaftaran Tanah diselenggarakan oleh suatu Jawatan yang disebut Jawatan Pendaftaran Tanah.

Dengan telah diterbitkannya 2 Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 26 Tahun 1988 tertanggal 19 Juli 1988, tentang Badan Pertanahan Nasional, khususnya yang diatur pada pasal 37/1, maka tugas dan fungsi Pendaftaran Pertanahan, yang semua berada pada Departemen Dalam Negeri, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Agraria, sejak tanggal 21 Nopember 1988 yaitu tanggal Pelantikan Kepala Badan Pertanahan, telah beralih pada Badan Pertanahan Nasional.

Tugas dan Fungsi wewenang Pendaftaran Tanah

Khusus mengenai Tugas dan Fungsi wewenang Pendaftaran Tanah dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Apabila di Kantor Pusat BPN, maka Pendaftaran Tanah ditangani Deputi Bidang Pengukuran dan Pendaftaran Tanah, dengan dibantu:

  1. Direktur Pengukuran dan Pemetaan.
  2. Direktur Pendaftaran Tanah.

Baca juga: Pengertian Kadaster Pajak dan Rechts Kadaster

b. Sedang ditingkat Propinsi, ditangani oleh Kepala Bidang Pengukuran dan Pendaftaran Tanah dalam lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi, dengan dibantu:

  1. Kepala Seksi Pengukuran
  2. Kepala Seksi Pemetaan
  3. Kepala Seksi Pendaftaran Tanah dan sitem Informasi Pertanahan
  4. Kepala Seksi Peralihan Hak, Pembebasan Hak dan PPAT.

c. Adapun di Tingkat Kabupaten / Kotamadya, pendaftaran tanah ditangani oleh seorang Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan dalam lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Kotamadya setempat, dengan dibantu:

  1. Kepala Sub Seksi Pengukuran, Pemetaan dan Konversi.
  2. Kepala Sub Seksi Pendaftaran Hak dan Informasi Pertanahan.
  3. Kepala Sub Seksi Peralihan Hak, Pembebanan Hak dan PPAT.

Fungsi di Bidang Pendaftaran Tanah

Sesuai dengan Pasal 22 Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nomor 1 tahun 1989, tertanggal 31 Januari 1989, maka Badan Pengukuran dan Pendaftaran Tanah mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Menyiapkan dan melakukan identifikasi dan pengukuran untuk keperluan Kerangka Dasar Kadasteral, Pendaftaran Desa demi Desa, Pengukuran Sporadis dan Peme]ihaiaan Peralatan.
  2. Menyiapkan dan melaksanakan analisa perhitungan, penggambaran dan pemetaan berdasarkan hasil pengukuran kerangka dasar kadasteral, Pendaftaran desa demi desa dan pengukuratt sporadis serta memberikan bimbingan analisa, perhitungan dan pemetaan.
  3. Mengumpulkan bahan-bahan untuk penyusunan sistem informasi pertanahan, memberikan bimbingan pelaksanaan Tata Pendaftaran dan Tata Usaha Pendaftaran Tanah dan menyiapkan Surat Keputusan Pengakuan Hak atas Tanah Adat.
  4. Memberikan bimbingan dalam pelaksanaan peralihan Hak Pembebanan Hak, petunjuk penyelesaian permasalahan Pendaftaran Tanah dan penyiapan saran yang berhubungan dengan Tugas Pendaftaran serta memberikan bimbingan dan menyiapkan bahan penilaian pelaksanaan Tugas Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Baca juga: Asas dan Tujuan Pendaftaran Tanah di Indonesia

Dengan demikian, maka Bimbingan Pengukuran dan Pendaftaran Tanah, mempunyai tugas koordinasi, menyusun program dan memberikan bimbingan, pengendalian dan pelayanan di bidang pengukuran dan pendaftaran tanah.

Demikianlah mengenai Tugas dan Fungsi Badan Pendaftaran Tanah, semoga tulisan berjudul Tugas dan Fungsi Badan Pendaftaran Tanah bermanfaat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close